← Kembali ke Beranda|
ARTICLES

Mengenal Momen Takbir dalam Shalat: Cara Mengangkat Tangan yang Benar

#Konsultasi
Kamis, 15 Oktober 2026
±2 menit baca
Mengenal Momen Takbir dalam Shalat: Cara Mengangkat Tangan yang Benar

Takbir, atau pengucapan "Allahu Akbar", merupakan rukun pertama dalam setiap rakaat shalat. Selain kata sandi, gerakan mengangkat tangan juga berperan penting. Banyak yang mengira hanya satu cara yang benar, padahal menurut hadis, ada tiga variasi yang sah. Berikut penjelasan lengkapnya.

Mengangkat Tangan Sebelum Takbir

  • A. Hingga Pundak – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya hingga setinggi pundak sebelum mengucapkan takbir. Hadis riwayat Muslim (390) menyatakan: “كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا قام إلى الصلاة؛ رفع يديه حتى تكونا حذو منكبيه، ثم كبَّر”.
  • B. Sedikit Bersamaan dengan Takbir – Ada juga riwayat di mana beliau mengangkat tangan sedikit ketika memulai takbir. Hadis riwayat Bukhari (738) berbunyi: “رأيت النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افتتح التكبير في الصلاة، فرفع يديه حين يكبر”.

Mengangkat Tangan Setelah Takbir

  • C. Setelah Takbir – Terdapat hadis yang menyebut bahwa beliau mengangkat tangan setelah selesai mengucapkan takbir. Hadis riwayat Muslim (391) menyatakan: “كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبر؛ رفع يديه”.

Apakah Salah Jika Takbir Terlambat?

Jika takbir terlambat sedikit tapi masih berhubungan dengan rukun shalat, maka shalat tidak batal. Ustadz pernah menjelaskan bahwa “selama masih berhubungan dan membersamai rukun shalat tersebut, maka hal ini tidak membatalkan shalat”. Jadi, tidak perlu khawatir jika takbir tidak tepat waktu asalkan masih bersamaan dengan gerakan shalat.

Praktik Mengangkat Tangan yang Konsisten

Untuk menghindari kebingungan, pilih salah satu cara di atas dan konsisten menerapkannya. Misalnya, biasanya saya mengangkat tangan hingga pundak sebelum takbir. Begitu saja, cukup mengingat prinsip dasar: tangan mengangkat, kata takbir, dan gerakan tubuh mengikuti. Jika lupa, tak perlu panik; gerakan tersebut tidak memengaruhi keabsahan shalat asalkan tidak menimbulkan ketidaksesuaian rukun.

Dengan memahami ketiga variasi secara jelas, kita dapat menunaikan shalat dengan lebih percaya diri dan menghindari rasa gugup di depan Al‑Qur’an. Semoga penjelasan ini membantu meningkatkan kualitas ibadah harian kita.

Sumber bacaan: Setiawan — bimbinganislam.com

👁 0 dilihat
Bagikan:WhatsAppTelegramFacebookX